ORANG dulu berkata: "Siapapun yang engkau angkat-angkat atau puji-puji melampaui kadar atau kualitas aslinya, maka suatu saat pasti dia akan merendahkan dirimu sampai pada batas di bawah kadarmu atau nilaimu sendiri yang sesungguhnya."
Ungkapan itu layak untuk direnungkan oleh kita semua terutama oleh insan media yang memiliki "kuasa" mengangkat dan menurunkan derajat seseorang di saat kalimat pencitraan menjadi syarat utama menjadi tokoh dan pimpinan.
Jangan berlebih-lebihan menilai seseorang, bisa mengecewakan. Kata sahabat saya yang terkenal kritis dan suka mengkritik itu: "Kalau hanya bisa naik turun got dan selokan ya jangan dipasrahi mengurus negara, cukup menjadi petugas kebersihan atau ketua RT."
Saya tidak begitu paham mengapa perumpamaan ini yang dipakai, namun saya paham bahwa yang dimaksud adalah bahwa kejayaan, kewibawaan dan kesuksesan pengaturan sesuatu itu tergantung pada profesionalitas, "the right man in the right place."
Sangat sulit untuk mendasarkan pada profesionalitas ketika terjadi deal atau janji politik yang menjadikannya sebagai sandera. Hati pun tak bebas untuk tulus dan jujur dan, akhirnya, berani memutihkan yang hitam dan menghitamkan yang putih. Salam, AIM@campusUINSA.
source : http://mozaik.inilah.com/read/detail/2186631/jangan-berlebihan-menilai-seseorang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar