Jakarta - Ancaman sanksi pembekuan PSSI dari FIFA menjadi isu hangat olahraga nasional akhir-akhir ini. Ada yang memprediksi Indonesia bisa lolos, ada yang memprediksi sebaliknya. Berikut ini adalah sejumlah kasus pembekuan federasi sepak bola oleh FIFA.
Kengototan PSSI untuk tidak mengikuti perintah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar mencoret Persebaya Surabaya dan Arema Indonesia dari kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) menjadi alasan Kemenpora membekukan PSSI.
Sebenarnya, kasus Persebaya dan Arema, yang bermasalah dalam hal legalitas, hanyalah pintu masuk pemerintah untuk masuk ke dalam organisasi PSSI, yang dicurigai terdapat mafia sepak bola di dalamnya.
Pada Januari lalu, Menpora lantas membentuk Tim Sembilan untuk mengevaluasi PSSI. Meski telah bekerja selama empat bulan lebih, tim bentukan Menpora tersebut tak juga berhasil membuktikan keberadaan mafia sepak bola di dalam kepengurusan PSSI.
Pembekuan PSSI oleh pemerintah, juga penentuan peserta liga oleh Kemenpora, merupakan bentuk intervensi terhadap Statuta FIFA, yang mewajibkan anggotanya (termasuk PSSI) untuk independen, termasuk dari negara sekalipun.
Pada Senin (4/5/15) lalu, FIFA mengirimkan surat kepada PSSI berupa himbauan untuk segera mengakhiri masalahnya dengan pemerintah sebelum 29 Mei 2015. Jika tidak, sanksi pembekuan menanti.
Dampak dari pembekuan adalah larangan sepak bola Indonesia berpartisipasi di kancah internasional, baik dalam kompetisi, pembinaan pemain dan perangkat pertandingan, hingga bantuan dana.
Selama beberapa tahun terakhir, FIFA menunjukkan ketegasannya terhadap pelanggaran dalam hal independensi anggotanya. Berikut adalah beberapa contoh kasusnya:
source : http://bola.inilah.com/read/detail/2202253/8-negara-ini-dihukum-fifa-gara-gara-pemerintahnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar