Jakarta – Proyeksi analis atas saham-saham di sektor Crude Palm Oil masih moderat alias netral. Karena itu, pilihan saham di sektor ini tak banyak. Hanya tiga yang direkomendasikan.
Reza Priyambada, kepala riset NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI)mengatakan, pergerakan saham-saham Crude Palm Oil (CPO), rentan terhadap rilis kinerja dari masing-masing emiten. “Setiap mereka merilis kinerja emiten di setiap kuartal, pelaku pasar pasti ingin melihatnya, apakah ada perubahan yang positif atau justru negative,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Selain itu, yang perlu dicermati dari perusahaan CPO adalah segi operasionalnya. Terutama, seberapa banyak volume penjualan yang bisa mereka bukukan. “Kinerja tersebut akan berujung pada harga jual CPO,” ujarnya.
Oleh karena itu, pelaku pasar akan melihat harga jual komoditas utamanya. “Jika harga CPO di pasar spot Malaysia atau Rotterdam masih cenderung turun, akan berdampak cukup negatif pada kinerja emiten,” tandas dia.
Jadi, prospek saham-saham CPO sangat tergantung pada seberapa positif pasar melihat outlook dari harga komoditas CPO-nya. Untuk saat ini, prospeknya masih melambat. “Tapi, jika nanti setelah kuartal II terjadi perbaikan perekonomian baik domestik maupun global, permintaan terhadap CPO juga akan mengalami kenaikan. Jika itu yang terjadi, kinerja emiten CPO bisa membaik setelah kuartal II-2015,” ucap dia.
Saat ini, menurut dia, overviewmasih moderat untuk saham-saham di sektor CPO. “Artinya, dibilang terlalu bagus tidak, dibilang terlalu jelek, tidak juga karena tetap terjadi demand di sektor ini meski tidak terlalu tinggi,” papar dia.
Berikut ini rincian saham per sahamnya dari Reza Priyambada:
source : http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2201035/proyeksi-moderat-tak-banyak-pilihan-di-saham-cpo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar