Jakarta - Sepanjang enam bulan pemerintahan Presiden Jokowi, PDI Perjuangan (PDIP) sebagai partai pengusung tidak henti-hentinya melayangkan kritikan terhadap pemerintah. Lantas, bagaimana sikap Jokowi menanggapi kritikan itut?
Menurut Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Nur Iman Subono, jika partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu terus melayangkan intervensi politik, maka tidak menutup kemungkinan Jokowi akan menyingkirkan PDIP dari kabinet.
"Kalau mereka (PDIP) mendorong terlalu jauh, Pak Jokowi akan mencari alternatif lain (Jokowi gabung KMP). Dalam politik itu sangat mungkin bisa," kata Iman, kepada Jakarta, Jumat (1/5/2015) malam.
Jika demikian, lanjut Iman, Jokowi akan mencari dukungan partai politik dari Koalisi Merah Putih (KMP) untuk mengawal roda pemerintahannya hingga lima tahun ke depan. Sebab, Jokowi sebagai kepala negara yang dipilih oleh rakyat punya hak dan kewenangan untuk mengambil kebijakan.
"Pak Jokowi sendiri sudah bertemu Pak Prabowo, ini sangat mungkin sekali (Jokowi gabung KMP). Bagaimanapun beliau kepala negara yang dipilih rakyat, bahkan suara Jokowi jauh lebih besar dari PDIP," tegasnya.
Bahkan, kata Iman, jika Jokowi meninggalkan PDIP dan bergabung bersama KMP, mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan lebih kuat dan leluasa dalam mengambil sebuah kebijakan. "Saya kira Pak Jokowi tidak akan ada beban," tandasnya. [mes]
source : http://nasional.inilah.com/read/detail/2200829/peluang-jokowi-masuk-kmp-terbuka-lebar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar