Rabu, 29 April 2015

Terpopuler - 11:00 Blunder 00:01 Utang IMF, Andi Terlempar dari Kabinet?

Jakarta - Nama Menteri Sekretaris Kabinet Andi Widjojanto belakangan cukup santer diperbincangkan. Yang terbaru soal pembelaannya terhadap Presiden Jokowi soal utang IMF. Bagaimana akhir nasib politik Andi Widjojanto?

Maksud hati ingin membela atasan, namun justru mempermalukan Sang Juragan. Begitulah yang menimpa Menteri Sekretaris Kabinet Andi Widjojanto. Pemicunya apalagi kalau bukan soal data utang Indonesia pada IMF.

Ia membantah pernyataan mantan Presiden SBY yang sebelumnya mengatakan Indonesia sejak 2006 tidak lagi memiliki utang. "Data dari statistik utang luar negeri Indonesia, ya ada ADB, IMF tahun 2009 muncul USD 3,093 miliar," kata Andi Widjojanto. Pernyataan SBY itu merupakan respons atas pernyataan Jokowi yang menyebut RI masih memiliki utang ke IMF.

Pernyataan Andi Widjojanto inilah yang memicu polemik. Karena Tidak berselang lama, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro membantah pernyataan Presiden Jokowi. Bambang memastikan bahwa RI tak lagi memiliki utang ke IMF sejak 2006. Sama persis dengan informasi dari mantan Presiden SBY.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menguatkan pernyataan Presiden SBY dan Menkeu Bambang Brodjonegoro. Menurut Jusuf Kalla, Andi Widjojanto tidak mengetahui latar belakang atas data yang dikutip. "Mungkin salah atau salah tafsir. Tidak mengetahui background-nya. Biasalah itu mungkin hanya melihat data saja. Tapi yang penting dijelaskan," kata JK, di Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Peristiwa salah kutip data ini tentu cukup fatal apalagi muncul dari pihak yang berada di lingkar dalam Presiden yang tak lain Menteri Sekretaris Kabinet. Peristiwa ini seolah mengonfirmasi sejumlah pernyataan sebelumnya tentang figur Andi Widjojanto yang juga mantan anggota Tim Transisi Pemerintahan Jokowi-JK ini.

Situasi ini mengingatkan sekaligus mengonfirmasi pernyataan politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon jauh-jauh hari tentang figur Andi Widjojanto. Menurut dia, Andi merupakan sosok yang tak banyak memiliki pengalaman. Akibatnya masukan kepada Presiden Jokowi tidak tepat. "Yang ngatur anak kecil yang diatur prematur ya jadi dah tuh inkubator," kata Effendi, Senin (26/4/2015).

Suara seperti Effendi Simbolon ini rupanya juga diamini politisi PDI Perjuangan lainnya seperti TB Hasanuddin. Dia menyebutkan pejabat di lingkaran dalam Presiden masih mentah. "Yang memprihatinkan adalah para pejabat disekitar presiden masih mentah, mereka belum punya pengalaman di pemerintahan, terutama konon Seskab (Andi Widjojanto) yang memberi informasi," kata Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Dia menyebutkan Presiden Jokowi kerap mendapat data-data sampah. TB menegaskan data-data tersebut menyesatkan publik. "Kasihan presiden berulang kali diberi data sampah yang menyesatkan rakyat," ucap mantan pensiunan jenderal ini.

Apakah Andi layak dicopot dari posisi Menteri Sekretaris Kabinet? Secara diplomatis TB Hasanudin mengatakan hal tersebut sepenuhnya menjadi otoritas Presiden Jokowi. "Kita serahkan saja kepada Presiden yang punya hak peregoratif mau diapain. Apakah hak itu mau dipakai atau sudah nyaman dengan situasi seperti sekarang ini," tegas TB. [mdr]


source : http://nasional.inilah.com/read/detail/2200289/blunder-utang-imf-andi-terlempar-dari-kabinet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar