Jakarta - Pada perdagangan akhir pekan ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih bervariasi dalam rentang terbatas 5.415-5.460. Inilah rekomendasi untuk tujuh saham. Apa saja?
David Sutyanto, analis First Asia Capital mengatakan, IHSG setelah menguat 27 poin akhirnya hanya ditutup flat di 5.436,209 kemarin. “Pergerakan pasar lebih banyak dipicu sentimen individual terkait rilis laba kuartal I-2015 sejumlah emiten sektoral dan pembagian dividen emiten seperti Telekomunikasi Indonesia tbk (TLKM),” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Jumat (24/4/2015).
Dari eksternal pergerakan IHSG kemarin turut terdampak data awal aktivitas manufaktur China yang mengalami kontraksi lebih besar dari perkiraan dan pertumbuhan aktivitas manufaktur di zona Euro yang melambat. Indeks China HSBC Flash Manufacturing April ini turun ke 49,2 di bawah perkiraan 49,5 dan bulan sebelumnya 49,6.
Di zona Euro, indeks Flash Manufacturing PMI turun ke 51,9 dari perkiraan sebesar 52,6 dan bulan sebelumnya 52,2. Data China dan zona Euro yang kurang kondusif tersebut memicu penguatan kembali dolar AS atas sejumlah mata uang kawasan, termasuk rupiah yang kemarin kembali melemah 0,4% di Rp12954 atas dolar AS.
Sentimen negatif dari eksternal dan kekhawatiran pencapaian laba kuartal I-2015 sejumlah emiten telah memicu tekanan jual pemodal terutama asing pada perdagangan kemarin. Nilai penjualan bersih asing kemarin mencapai Rp755,88 miliar.
Sementara Wall Street tadi malam melanjutkan penguatannya. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,11% dan 0,24% tutup di 18.058,69 dan 2.112,93. Indeks Nasdaq tutup naik 0,4% di level tertinggi baru di 5.056,06. Ini merupakan level tertinggi Nasdaq selama 15 tahun terakhir.
Sentimen yang mengangkat Wall Street terutama dipicu rilis kinerja kuartal I-2015 sejumlah emiten terutama emiten yang berbasiskan teknologi yang mencatatkan kinerja di atas perkiraan awal.
Sentimen individual tersebut mengatasi data aktivitas manufaktur dan penjualan rumah baru di AS yang keluar tadi malam yang mengindikasikan perlambatan. Sedangkan harga minyak mentah di AS tadi malam naik 2,35% di US$57,48 menyusul serangan Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman.
Pada perdagangan akhir pekan ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bervariasi dalam rentang terbatas. Sentimen individual dan pergerakan rupiah akan menjadi katalis pergerakan IHSG.
Indeks komposit diperkirakan bergerak dengan support di 5.415 dan resisten di 5.460 cenderung menguat terbatas. Secara teknikal, support pertama IHSG berada di 5.415 dan support kedua di angka 5.390. Di sisi lain, resisten pertama di angka 5.460 dan resisten kedua di level 5.485.
Di atas semua itu, David menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:
source : http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2198677/ihsg-variatif-naik-ini-saran-untuk-tujuh-saham
Tidak ada komentar:
Posting Komentar