Jakarta – Kerontokan IHSG di awal pekan dinilai jadi momentum akumulasi pembelian saham terutama bagi investor jangka panjang. Sebab, indeks masih long term uptrend. Seperti apa?
Pada perdagangan Senin (27/4/2015), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 189,909 poin (3,49%) ke angka 5.245,446.
Sepanjang perdagangan Senin, indeks mencapai level tertingginya di 5.403 atau turun 31,761 poin dan mencapai level terendahnya 5.224 atau turun 211,329 poin.
William Surya Wijaya, analis PT Asjaya Indosurya Securities memperkirakan, laju IHSG Selasa (28/4/2015) berada dalam kisaran support-resisten 5.218-5.401. “Tekanan luarbiasa telah terjadi sepanjang perdagangan Senin,” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Senin (27/4/2015).
IHSG, lanjut dia, masih terus berusaha bangkit di tengah tekanan yang terjadi. Support 5.218 sedang mengalami ujian. “Support tersebut perlu dipertahankan supaya dapat terus berada dalam dalam jalur uptrend dalam timeframe jangka menengah,” ujarnya.
Target resistance saat ini berada pada level 5.401. “Irregular candle yang terjadi pada IHSG menunjukan besarnya potensi t-bound yang besar pada Selasa ini,” tandas dia.
Apalagi, dengan melihat market regional yang masih bergerak normal alias mixed bahkan cenderung positif. “Bagi investor jangka panjang, momen koreksi ini dapat dimanfaatkan sebagai langkah akumulasi pembelian dikarenakan secara timeframe jangka panjang IHSG masih berada dalam jalur uptrend,” imbuhnya.
Di atas semua itu, dia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:
1. PT Astra Internasional (ASII)
2. PT Jasa Marga (JSMR)
3. PT Unilever Indonesia (UNVR)
4. PT Indofood Sukses Makmur (INDF)
5. PT Pakuwon Jati (PWON)
6. PT Holcim Indonesia (SMCB)
7. PT Bank Negara Indonesia (BBNI). [jin]
source : http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2199587/ihsg-tersungkur-momentum-akumulasi-saham
Tidak ada komentar:
Posting Komentar