Sabtu, 11 April 2015

Terpopuler - 23:00 Benang 00:04 Merah Pernyataan Prabowo dan Megawati

Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri meminta pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mengutamakan kepentingan rakyat terkait BUMN, migas dan pertambangan. Apa maksud pernyataan ini?

Mungkin tanpa disengaja, pernyataan Megawati  pada pembukaan Kongres IV PDI-P di Bali, Kamis (9/4/2015) itu memiliki ‘benang merah’ dengan pernyataan Prabowo Subianto dalam Rapimnas DPP Partai Gerindra beberapa hari sebelumnya. Ketika itu Prabowo menyebutkan ada empat BUMN yang rencananya oleh rezim Jokowi bakal diprivatisasi oleh swasta. Empat BUMN tersebut adalah PT Antam, Waskita Karya, Adhi Karya, dan PT Jasa Marga.

Prabowo mengatakan, semua BUMN tersebut adalah kekayaan Indonesia yang semestinya dikelola oleh bangsa sendiri. Selama ini, pengelolaan di beberapa badan usaha dikuasai asing. Akibatnya, keuntungan yang didapat pemerintah lebih sedikit dibanding keuntungan yang didapat pihak asing.

Dalam hal ini, Megawati menyatakan, BUMN haruslah diperkuat dan berdiri di atas kaki sendiri. Megawati juga menyerukan agar Indonesia benar-benar tangguh dalam negosiasi kontak migas dan tambang yang sebentar lagi akan berakhir. Inilah saatnya dengan kepempimpinan yang baru, kontrak Merah Putih harus ditegakkan.

Dilihat dari konteksnya, pernyataan Prabowo dan Megawati mempunyai makna dan semangat Konstitusi 1945 menuju kemandirian bangsa. Jokowi sendiri dalam Nawa Cita dan Trisakti Soekarno berjanji membangun kemandirian bangsa.

Oleh sebab itu baik Megawati maupun Prabowo sebenarnya bermaksud "mengingatkan" Presiden Joko Widodo. Bagaimanapun Jokowi tidak boleh melenceng dari tugas sebagai kepala negara, tetap berpegang pada konstitusi, dan tidak melupakan sejarah.

Artinya Jokowi harus konsisten mewujudkan Trisakti Soekarno dan Nawa Cita sehingga rencana privatisasi BUMN haruslah dibatalkan. Jokowi musti memperjuangkan kekayaan alam dan aset bangsa (BUMN) sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Bukan sebaliknya!

Sekali lagi, sebagaimana pesan Megawati, Jokowi musti konsisten dan konsekuen mewujudkan janji kampanyenya di Pilpres kemarin.

Ingat bahwa sekali lancung ke ujian, selamanya Jokowi bakal kehilangan kepercayaan.  Jokowi seyogianya tak melupakan pepatah Melayu ini: Setali pembeli kemenyan,sekupang pembeli ketaya. Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. [berbagai sumber]


source : http://nasional.inilah.com/read/detail/2194791/benang-merah-pernyataan-prabowo-dan-megawati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar