Jakarta – Hingga penutupan sore nanti, laju IHSG diperkirakan bervariasi dengan peluang rebound dalam kisaran support-resisten 5.390-5.435. Inilah rekomendasi tujuh saham.
Pada perdagangan saham kemarin, IHSG sempat koreksi 25 poin menyusul sentimen data pertumbuhan China kuartal pertama 2015 yang hanya tumbuh 7% secara tahunan yang melambat dari kuartal sebelumnya sebesar 7,3%. Namun di sesi akhir IHSG berhasil mengurangi koreksinya dan ditutup hanya terkoreksi 4,560 poin di 5.414,547.
Rendahnya koreksi IHSG terutama dipicu rebound sejumlah saham sektoral terutama saham emiten BUMN yang bergerak di sektor perbankan, jasa konstruksi dan pendukungnya menyusul penguatan rupiah atas dolar AS hingga 0,6% di 12.905.
“Penguatan rupiah merespons lonjakan surplus neraca perdagangan Maret 2015 yang mencapai US$1,13 miliar di atas estimasi sebelumnya US$5.89 juta,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Surplus perdagangan Maret 2015 merupakan tertinggi sejak 2011. Sepanjang kuartal pertama 2015, neraca perdagangan mencatatkan surplus US$2,43 miliar. Ini merupakan tertinggi sejak periode yang sama 2012.
Sejumlah saham yang berhasil rebound kemarin antara lain saham emiten bank BUMN seperti Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan saham sektor semen yakni Semen Indonesia (SMGR).
Pada perdagangan kemarin nilai penjualan bersih asing mencapai Rp654,8 miliar di tengah nilai transaksi di Pasar Reguler yang hanya mencapai Rp4,2 triliun. Sementara itu Wall Street tadi malam berhasil melanjutkan tren penguatannya terutama ditopang saham sektor energi menyusul penguatan lanjutan harga minyak mentah hingga US$56/barrel tertinggi sepanjang tahun ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P masing-masing menguat 0,42% dan 0,51% tutup di 18.112,61 dan 2.106,63. Selain dipicu kenaikan harga minyak mentah, sentimen yang menggerak Wall Street juga dipengaruhi laba kuartal pertama 2015 sejumlah emiten.
Begitu juga dengan data ekonomi AS seperti produksi industri Maret yang turun 0,6% secara bulanan melampaui perkiraan sebelumnya turun 0,3%. Indeks pasar perumahan AS (NAHB) April ini naik ke 56 di atas bulan sebelumnya 52.
Pada perdagangan Kamis ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi berpeluang rebound. Kenaikan harga minyak mentah dunia akan berdampak positif bagi sentimen saham sektor energi namun sebaliknya kurang menguntungkan bagi perekonomian nasional menyusul ekspektasi kenaikan inflasi.
IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 5.390 dan resisten di 5.435. Secara teknikal, support pertama IHSG berada di 5.390 dan support kedua di angka 5.360. Di sisi lain, resistance pertama di angka 5.435 dan resistance kedua di posisi 5.460.
Di atas semau itu, dia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:
source : http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2196261/ihsg-variatif-naik-ini-rekomendasi-7-saham
Tidak ada komentar:
Posting Komentar