KATA Ibnu 'Atha', seorang alim yang kata-kata bijaknya sering menjadi rujukan itu: "Kalau Allah menggerakkan lidah manusia untuk mengalirkan pujian untukmu, maka gerakkanlah lidahmu untuk mengalirkan dzikir untukNya,Tuhanmu."
Menarik merenungkan kata-kata tadi karena dalam kebanyakan fakta orang yang selalu dipuji cenderung untuk semakin melupakan Tuhannya dan bahkan secara diam-diam mengangkat dirinya bagai Tuhan. Orang yang selalu dipuji itu bisa jadi berada dalam posisi yang berbahaya karena dia berkecenderungan tidak mau dikritik dan akan mudah stress atau depresi ketika tiba waktunya pujian itu dialihkan Tuhan kepada lain orang.
Mungkin inilah alasan kenapa dalam etika Islam selalu ditekankan agar berhati-hati atas pujian dan juga harus teliti jika harus memberikan pujian. Jangan berikan pujian kepada yang tidak berhak, itu sama dengan membayar pajak bukan untuk kemaslahatan bersama melainkan untuk dikorupsi segelintir orang.
Mengapa orang yang dipuji harus selalu memuji Allah? Mengapa ucapan pujian berbunyi "AlhamduliLLaah" yang bermakna "segala puji adalah milik Allah?" Jawabannya adalah karena baiknya kita merupakan rahmat dariNya.
Lebih dari itu adalah bahwa kita itu dipuji karena Allah hanya membukakan kebaikan kita kepada orang lain serta menutupi aib kita dari pengetahuan mereka. Adakah yang dirinya merasa suci dan tidak memiliki aib? Ah, meneteslah air mata mengingat aib diri kita sendiri. Semoga Allah mengampuni kita. Salam, AIM@pengasuh Ponpes Kota Alif Laam Miim Surabaya.
source : http://mozaik.inilah.com/read/detail/2191001/berzikir-ketika-dipuji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar