Jakarta - Polda Metro Jaya membekuk komplotan garong spesialis pembobol brankas di sekolah dan gedung perkantoran, diantaranya Haidir Syawal Pellu alias Syawal (22) dan Saefudin alias Asep.
"Pelaku Haidir sebagai kapten kelompok ditangkap di Jatiasih, Bekasi dan Asep sebagai penadah, ditangkap di wilayah Banten," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto di Jakarta, Selasa (17/3/2015).
Ia menambahkan, pihaknya masih memburu enam orang pelaku lagi yakni Roling, Dake, Didi, Manox, Reza dan Rafa.
"Dalam penangkapan Syawal polisi terpaksa melumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan dan mencoba kabur," ujarnya.
Sementara Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen mengatakan, tersangka ditangkap atas kasus pembobolan di SMA Negeri 47 Jakarta, di Jalan Delman Utama 1 RT 001/011 Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada tanggal 12 Februari 2015 lalu.
"Di situ tersangka dan komplotannya mengambil uang tunai Rp 148 juta yang merupakan uang kas sekolah dan 10 unit laptop milik para guru," kata Handik.
Ia menjelaskan, para pelaku sebelum beraksi terlebih dahulu melakukan survei ke sekolah dan perkantoran. Setelah mendapatkan target, mereka masuk ke sekolah dengan cara merusak pintu menggunakan linggis.
"Barang-barang dan uang hasil curian kemudian dijual ke penadah, kemudian dibagi-bagi sesuai jatahnya masing-masing. Uang hasil kejahatan mereka gunakan untuk foya-foya dan 'nyabu' bareng di diskotik," jelas dia.
Dari tersangka polisi menyita barang bukti berupa 1 unit telepon genggam dan 1 unit motor.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara, sedangkan penadah dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.[ris]
source : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2187799/polisi-tembak-penjahat-spesialis-brankas-sekolah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar