Senin, 16 Maret 2015

Terpopuler - 11:00 Jokowi 00:02 Harus Konsisten Jalani Janji Kampanye

Jakarta - Rakyat Indonesia dinilai dalam kondisi pesimis dengan kehidupan berbangsa dan bernegara terutama di aspek ekonomi, politik dan hukum. Di aspek ekonomi, rakyat tak merasakan keadilan dalam kesejahteraan dan rakyat juga merasa menjadi korban dari politik liberal bukan politik untuk musyawarah mufakat.

Pengamat politik Yudi Latief menyiratkan kondisi ini berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, khususnya membahayakan pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jokowi masa depannya bisa selamat kalau konsisten jalankan janjinya mengembangkan konsepsi trisakti," ujar Yudi di Jakarta, Senin (16/3/2015).

Menurut dia, Jokowi sekarang berada pada posisi inkonsistensi dengan janji-janji kampanyenya atau program Nawa Cita yang digadangkan. Itu terlihat dari tataran konsep Nawa Cita Jokowi yang justru tak sejalan dengan para pelaku, subyek atau stakeholdernya.

"Jangan lah konsepnya trisakti, tapi jiwanya liberal. Kalau itu yang terjadi, visi dan orang yang menjalankannya itu kontradiktif," katanya.

Diketahui Presiden Jokowi pernah menadapat kritik tajam terkait konsep trisakti dan menteri-menteri dalam kabinetnya. Banyak kalangan menilai kabinet kerja Jokowi justru diisi oleh orang-orang yang dinilai pro terhadap pasar, misalnya saja Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said.

Dari sini, kebijakan Jokowi pun dinilai pro terhadap pasar. Sebagai contoh Jokowi yang menaikkan harga BBM sesuai dengan harga minyak dunia bukan berdasar UUD 1945. Dan itu menyebabkan harga kebutuhan  pokok rakyat melonjak, ini pun diperparah dengan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar sampai kisaran Rp 13.000 per US Dollar.[ris]


source : http://nasional.inilah.com/read/detail/2187472/jokowi-harus-konsisten-jalani-janji-kampanye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar