Jakarta - Sudah lama tunggal putra Indonesia tak menjadi juara di ajang turnamen bulutangkis dunia. Penggemar bulutangkis menantikan lahirnya jagoan baru.
Berbagai upaya dilakukan untuk membangkitkan sektor tunggal. Selain putra, tunggal putri juga sudah lama tak mempersembahkan gelar.
Khusus untuk putra, jika indikatornya All England, sudah 21 tahun tak ada juara dari Indonesia. Terakhir, Hariyanto Arbi menjadi juara di tahun 1994. Memang ada yang berhasil menembus final seperti Taufik Hidayat di tahun 1999 dan 2000, tapi ia tak mampu menjadi juara.
Di tahun 1999, Taufik dikalahkan Peter Gade (Denmark) dan tahun 2000 dihentikan tunggal Tiongkok, Xia Xuanze. Taufik menjadi tunggal terbaik Indonesia sebelumnya memutuskan pensiun tahun 2013 lalu. Meski gagal menjuarai All England, pria asal Jawa Barat itu mampu mempersembahkan medali emas Olimpiade 2004 dan berbagai gelar lainnya.
"Jika dilihat saat ini, penampilan tunggal putra memang tidak bagus. Dionysius Hayom Rumbaka, yang diandalkan di All England, sudah tersingkir di babak kedua. Begitu juga dengan Tommy, yang dikalahkan Hayom di babak pertama," kata mantan pebulutangkis Indonesia, Fung Permadi, di Jakarta, Selasa (17/3/2015).
Hal senada diungkapkan mantan juara All England, Christian Hadinata. Menurutnya, sektor tunggal saat ini tak memiliki jagoan seperti era Liem Swie King atau Rudy Hartono.
"Tunggal putra dianggap sebagai sektor paling prestisius. Tapi, kenyataannya saat ini Indonesia kesulitan di sektor itu. Meski demikian, saya sudah melihat ada bibit-bibit baru yang berpotensi, seperti Jonatan Christie, Ihsan Maulana, Anthony Sinisuka Ginting, dan Firman Abdul Kholik," ujar Christian.
source : http://olahraga.inilah.com/read/detail/2187816/menanti-lahirnya-taufik-hidayat-baru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar