ADA banyak ayat yang semakna dengan ini: "Tuhanmu tidak pernah lupa dengan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang dhalim."
Kalau saja semua orang membaca ayat ini dan memahami makna serta pesan yang tersirat di dalamnya, maka: pertama adalah bagi pelaku kedhalliman, yakni berhenti total dari kedhaliman itu. Kedua adalah bagi korban kedhaliman, yakni tetap tegar dan sabar karena Allah Maha Tahu bahwa dirinya pada posisi yang benar.
Hati nurani tidak bisa dibohongi. Ia akan tetap merasakan yang sesungguhnya, walaupun mulut berkata berbeda. Seseorang mungkin saja dapat menipu banyak orang, tapi dia tidak akan mampu menipu (membohongi) hati nuraninya sendiri.
Kesedihan dan kegelisahan akan selalu bergelayut dalam hati orang yang dhalim, walau untuk sementara ia diamankan oleh kekuasaan dan dimanja oleh fasilitas. Sementara itu, orang yang didhalimi dan tetap berada dalam ketegaran serta kesabaran sungguh telah ditunggu oleh selebrasi suka dan bahagia dalam bentuk dan makna yang cerah mencerahkan, indah mempesonakan, dan damai menyejukkan.
Hanya orang yang berakal pendek yang memilih nikmat sesaat untuk kemudiaan menderita abadi. Hanya orang yang berakal panjang yang memilih bersabar atas derita sesaat demi mendapatkan bahagia abadi. Berhentilah berbuat dhalim, mari kita bersama membangun negeri ini dengan ketulusan pengabdian. AIM. [*]
source : http://mozaik.inilah.com/read/detail/2188501/nikmat-sesaat-menderita-abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar