WAHAI para ulama, wahai para cendekiawan, wahai para sarjana dan wahai orang-orang yang menjaga nilai-nilai kebajikan untuk dirinya dan keluarganya. Dengarkanlah ajakan para ulama dan para pahlawan yang telah gugur bahwa segala sesuatu yang Allah anugerahkan kepada kita, termasuk ilmu dan hikmah, adalah untuk kebaikan bersama, untuk kedamaian alam dan keharmonisan seluruh makhluk.
Marilah bicara lantang menyampaikan kebenaran dan memperbaiki segala yang salah. Terlalu lama kebenaran ini dipendam, atau lebih tepatnya dipaksa untuk bersembunyi. Terlalu sering kesalahan, ketidakkaprahan dan kedzaliman dimunculkan sampai-sampai mata dan telinga menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa saja.
"Bisa jadi orang yang tersesat karena diamnya para ulama, para cendikiawan, para sarjana dan orang-orang baik adalah lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tersesat karena omongan orang-orang yang tidak benar."
Kalau orang yang menyampaikan sesuatu yang tidak benar adalah sebuah dosa, maka mendiamkan kesalahan juga merupakan suatu noda karena dengan diamnya para ulama, cendikiawan dan para sarjana itu bisa dianggap sebagai justifikasi oleh orang-orang yang tidak benar.
Saatnya berbicara lantang, jangan hanya diam karena mencari aman, apalagi selalu memuji kesalahan agar tetap mendapatkan bagian. Rakyat tak mampu menyusun kata, tenggorokannya pun sakit karena sering menelan dusta, mulutnya tak lagi mampu berbicara karena dipaksa menelan money politics ketika harus memilih siapa.
Mereka sekarang menyesal, sedih dan ingin keluar dari kebosanan hidup dengan berharap ada kalimat benar dan bijak dari tokoh suci yang berhati tulus dan tak terkotori oleh kepentingan-kepentingan sesaat. Salam, AIM.
source : http://mozaik.inilah.com/read/detail/2187394/saatnya-bicara-lantang-jangan-cari-aman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar