Sabtu, 28 Maret 2015

Terpopuler - 11:00 Untuk 00:02 Apa Saja Nikmat Kita?

KARENA Allah itu Maha Benar maka mustahil mereka yang suka berbuat salah itu akan disuka olehNya. Karena Allah itu Maha Adil, maka tak mungkin kedzaliman itu dibiarkan menjadi pemenang. Ini sudah pasti.

Lalu ada yang bertanya: "mengapa ada orang yang salah tapi dibenar-benarkan terus, orang yang dzalim menjadi pemenang?" sebelum pertanyaan ini sempat dijawab, berlanjut pada pertanyaan melankolis: "mengapa saya yang sudah melakukan segala sesuatunya dengan benar malah disalah-salahkan dan dimutasi ke tempat yang secara umum tidak disukai, dan mengapa saya yang didzalimi sedemikian rupa masih dianggap sebagai orang pinggiran yang tidak boleh bangkit dan bahkan harus mati?"

Jawaban saya singkat saja: "Itu hanya soal waktu, semua pasti mengikuti hukum yang telah ditetapkan Allah." Seringkali saya bertemu dengan orang secara dhahir berkecukupan, tetapi batinnya menderita bak orang penuh kekurangan. Seringkali saya bertemu orang yang secara kasat mata penuh dengan kekurangan, namun batinnya bersahaja, wajahnya penuh cahaya dan mulutnya basah dengan dzikir asma'ul husna. Subhanallaah

Dalam sebuah ceramahnya, yang saya muliakan Habib Umar al-Hafidz dengan mantap berkata: "Tidak akan mulia, tidak akan beruntung dan tidak akan selamat mereka yang menggunakan anugerah yang diberikan Allah kepadanya di jalan yang tidak benar, di jalan yang tidak disukai Allah."

Nah sekarang waktunya merenung. Tanyakan pada diri kita sendiri: "untuk apa saja nikmat yang kita dapatkan digunakan?" Kemudian tibalah waktunya berembuk dengan diri dan keluarga untuk kemudian beraksi sebelum ajal menjemput suatu waktu nanti.

Kata saudara saya, donatur Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim: "Amal itu kalau ditunda-tunda, akan kemasukan setan, berubah bunyi menjadi a'u'a'u, kemudian tidak jadi berbuat amal baik bahkan menyimpannya kembali entah sampai kapan.

Padahal, malaikat maut tak pernah memberi kabar kapan akan datang mencabut nyawanya dan kain kafannya nanti tidak memiliki kantong saku untuk membawa sekedar uang sangu. Salam, AIM@Ponpes Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*]


source : http://mozaik.inilah.com/read/detail/2190783/untuk-apa-saja-nikmat-kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar