Kamis, 26 Maret 2015

Terpopuler - 23:00 Program 00:01 Beasiswa Bagi Mahasiswi Sains

Jakarta - Selama lebih dari satu dasawarsa, L'Oreal Indonesia bersama Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (KNIU Kemdikbud) mendukung perempuan muda dan perempuan peneliti melalui program L'Oreal-UNESCO for Women in Science (FWIS) dan L'Oreal for Girls in Science (LGIS).

Di tahun ini, L'Oreal sebagai perusahaan yang berakar pada sains, memulai inisiatif sains yang menarik dan terintegrasi melalui peluncuran L'Oreal Sorority in Science (LSIS), sebuah program bagi mahasiswi yang memiliki prestasi yang dianggap luar biasa.

LSIS adalah program beasiswa bagi mahasiswi kurang mampu yang mengambil bidang studi sains serta memilih sains sebagai karir masa depan mereka. Mahasiswi yang terpilih akan mendapatkan Rp20 juta untuk digunakan sebagai biaya hidup ataupun pendidikan mereka.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Indonesia menyatakan bahwa pada tahun 2014 terdapat 239.339 mahasiswi yang meraih gelar S1 dan 18.560 mahasiswi yang meraih gelar S2, namun hanya 516 mahasiswi yang melanjutkan ke tingkat doktoral. Ini berarti hanya 0,2% mahasiswi peraih gelar S1 yang memutuskan untuk meraih gelar PhD.

Selain itu, hanya 52% dari total populasi di Indonesia mengenyam pendidikan dasar. Angka ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, seperti India (61%).

Inilah salah satu alasan mengapa selain menjalankan program L'Oreal-UNESCO FWIS dan LGIS, L'Oreal juga meluncurkan program LSIS yang bertujuan untuk mempromosikan sains kepada mahasiswi yang kurang mampu.

"Sains adalah kunci untuk  mendorong dan mempercepat kemajuan sebuah negara. Tanpa sains, negara tak akan dapat maju secara sukses dan berkelanjutan," ujar Melanie Masriel, Head of Communications L'Oreal Indonesia, di Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Menurutnya, sebagai perusahaan yang menaruh perhatian pada sains lebih besar dari perusahaan kecantikan manapun di dunia, L'Oreal bersama KNIU bertekad meningkatkan jumlah perempuan peneliti dengan menerapkan program sains terpadu bagi perempuan, terlepas dari tahapan jenjang pendidikan mereka.

"Dengan demikian, L'Oreal bertujuan untuk menunjukkan bahwa kecantikan adalah sains dan perempuan yang mengkaji sains lebih dalam memberikan kontribusi yang indah bagi dunia," imbuh Melanie.

Sementara itu, KNIU Kemdikbud Prof Dr Arif Rachman M.Pd mengatakan, berdasarkan data terbaru mengenai jumlah mahasiswi di Indonesia, hanya 7% perempuan lulusan S1 yang meneruskan ke jenjang S2 dan hanya 3% perempuan lulusan S2 yang menempuh program doktoral selama 10 tahun terakhir.

"Sangatlah disayangkan bahwa perempuan masih belum terwakili dengan baik di semua tingkat penelitian ilmiah, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia," ujar praktisi pendidikan nasional ini.

Menurutnya, meskipun meraih hasil yang sangat baik di tingkat universitas, relatif hanya sedikit perempuan yang sampai ke posisi strategis di bidang penelitian.

"Dengan usaha dan dukungan yang berkelanjutan, KNIU berharap rangkaian program sains dari L'Oreal akan dapat meningkatkan jumlah perempuan peneliti untuk kemajuan masyarakat di Indonesia," imbuhnya.

Detail dari program L'Oreal Sorority in Science (LSIS) ini dapat Anda lihat langsung di tautan berikut. [ikh]


source : http://teknologi.inilah.com/read/detail/2190169/program-beasiswa-bagi-mahasiswi-sains

Tidak ada komentar:

Posting Komentar