INILAHCOM. Tikrit -- Tentara Irak dan milisi Shiah gagal mengambil Tikrit sepenuhnya, setelah ISIS menggunakan taktik gerilya kota untuk untuk mengatasi kalah jumlah personel.
Situs alarabiya menulis ISIS seolah membiarkan serdadu Irak dan milisi Shiah memasuki kota. Di dalam kota, ISIS memasang banyak jebakan di jalan dan bangunan, memasang bom rakitan di sudut-sudut bangunan, serta penembak jitu di setiap sudut.
Sumber di Komando Operasi Salahuddin mengatakan pasukan diperintahkan berhenti, untuk menekan jumlah korban. ISIS dipastikan akan menjebak serdadu yang masuk dan membantainya.
ISIS mengubah setengah Tikrit menjadi labirin, dengan banyak lorong kecil saling berhubungan yang membingungkan. Tikrit adalah kota Muslim Sunni, tidak satu pun serdadu Irak dan milisi Shiah yang terlibat pertempuran mengenal kota ini.
Hadi al-Amiri, komandan paramiliter Shiah dari Brigade Badr, mengatakan; "Kami tidak ingin terburu-buru. Kami punya rencana dan mengikutinya." Ia juga yakin Tikrit akan jatuh sepenuhnya dalam dua atau tiga hari lagi.
Al-Amiri boleh saja percaya diri. Irak dan milisi Shiah mungkin akan mengalahkan ISIS di Tikrit, tapi tidak akan murah dan mudah. Al Jazeera memperkirakan jumlah korban di pihak Irak dan milisi Shiah akan sangat besar, karena ISIS akan memberi perlawanan hebat di dalam kota.
Segalanya akan lebih sulit jika warga sipil di dalam kota melihat bahaya luar biasa besar jika Tikrit jatuh ke tangan milisi Shiah, dan membantu ISIS. Irak mengerahkan 30 ribu serdadu dalam operasi ini, dan 20 ribu di antaranya adalah milisi Shiah.
Ini memperlihatkan Irak sepenuhnya tergantung pada milisi Shiah dan petinggi militer Iran sebagai perencana perang. Sejauh ini belum terdengar adanya pembantaian Muslim Sunni di distrik yang direbut Irak dan milisi Shiah, tapi ketika seluruh Tikrit jauh pembantaian dipastikan tidak terhindarkan.
source : http://web.inilah.com/read/detail/2186771/isis-mainkan-gerilya-kota-irak-gagal-rebut-tikrit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar