Selasa, 10 Maret 2015

Terpopuler - 11:00 1rak 00:01 Siap Ambil Alih Tikrit dari Tangan

INILAHCOM. Tikrit -- Pasukan Irak, bersama milisi Shiah dan relawan suku-suku Muslim Sunni, memasuki dan terus berusaha mengambil alih kota strategis itu dari tangan ISIS.

Kementerian Pertahanan Irak, Selasa (10/3), mengatakan pasukannya mengepung kota di sepanjang Sungai Tigris dan sedang bersiap memasuki kota. Milisi Shiah ditempatkan di jalan-jalan utama menuju kota, dan mulai bergerak menuju Al Qadisiah Street.

Dari Erbil, Al Jazeera melaporkan pasukan Irak kini menguasai sebagian kota. Namun tidak mudah bagi tentara Irak dan milisi Shiah menguasai bagian kota lainnya. ISIS masih memberi perlawanan hebat.

Terakhir, ISIS meledakan jembatan untuk menghambat tentara Irak memasuki kota. Laporan lain menyebutkan jalan-jalan di dalam kota juga ditanami ranjau.

Video propaganda perang Irak memperlihatkan pasukan menghancurkan sekitar 20 senapan mesin berat, dan 20 kendaraan lainnya, saat bergerak mendekati Tikrit.

Dalam video yang sama, Irak mengklaim membunuh 350 serdadu ISIS dalam empat hari operasi. Al Jazeera tidak bisa mengkonfirmasi kebenaran jumlah korban.

Tikrit adakah kota kelahiran Saddam Hussein dan kubu Muslim Sunni. Merebut kota ini amat penting sebagai persiapan serangan besar terhadap Mosul, kota terbesar kedua di Irak.

Kota ini berfungsi sebagai poros penting karena terletak di jalan utama menuju Baghdad.

Tentara Irak mungkin sukses mengalahkan ISIS di Tikrit, tapi tidak akan mampu mencegah konflik sektarian yang menyertai kemenangannya. Ini terlihat dari munculnya kelompk bersenjata Shiah garis keras yang mulai menjarah rumah-rumah Muslim Sunni dan membunuh penghuninya.

Ulama Shiah Muqtada al-Sadr mendesak pemerintah Irak menyelidiki dan menghukum siapa saja yang mengunakan kekerasan terhadap warga Sunni di wilayah yang baru saja dibebaskan dari pendudukan ISIS.

Pernyataan dikeluarkan setelah terjadi serangan di Al Ojail. Kelompok yang menyebut diri Liga Orang-orang Benar, dipimpin Qais al-Khazali, menyerang warga Sunni dan membunuh.

Al-Khazali mengatakan kelompoknya bekerja di bawah komando Jenderal Iran Qassem Soleimani, komandan Brigade Elite Al Quds di tubuh Garda Revolusi Islam Iran. Soleimani adalah arsitek serangan ke Tikrit.

Seorang analis mengatakan yang terjadi di Tikrit sebenarnya bukan perang pembebasan kota dari tangan ISIS, tapi invasi Shiah ke kota Sunni. Soleimani terlihat menjalankan agenda Iran, membersihkan kota-kota historis Sunni di Irak dari masyarakatnya.

Meski demikian pemerintah Irak berharap kemenangan di Tikrit akan bisa membujuk Muslim Sunni di Mosul untuk berpaling dari ISIS.


source : http://web.inilah.com/read/detail/2185833/irak-siap-ambil-alih-tikrit-dari-tangan-isis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar